Puisi

Posted on Mei 1, 2010. Filed under: Uncategorized | Tag:, , |

Resah

(romantisme)

Ku pandangi langit kelam

Sepi…sunyi…senyap..

Diiringi hembusan angina malam

Bersama rembulan yang kian lenyap

Kini hatiku resah

Gundah…galau dan gelisah..

Ingin ku berlari tuk dapatkan

Dekapan malam dalam kedamaian

AKU

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

DOA

kepada pemeluk teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • TWITTER

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • AUTHOR GRID

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: